Kenali BANK NEO Commerce Bank Digital News sehingga noker menabung dengan aman

Dari newsletter Bank NEO ini awalnya adalah Bank Yudha Bhakti [BBYB] merupakan bank untuk pensiunan kaum militer.

Setelah mengikuti perjalanannya maka bank ini bertransformasi menjadi bank digital dan ganti nama menjadi Bank Neo Commerce.

Sebelum menggunakan Bank NEO alangkah baiknya memahami Bank NEO well it’s nice to have

BANK NEO

Sedikit banyak sudah tahu Bank NEO

Untuk itu Bank yang ada di Indonesia maupun Luar Negeri harus siap bertransformasi dan untuk itu mengharuskan BANK NEO Commerce menjadi Bank Digital.

Automatis Bank ini berpacu meluncurkan aplikasi;

  • untuk itu berisikan berbagai macam jasa keuangan untuk memenuhi kegiataan para nasabah yang ingin bertransaksi.
  • alam industri dan banyak hal seperti paling simple membeli sembako

Bank yang telah menjadi digital dinilai beberapa orang sebagai well it’s nice to have.

Rilis OJK melalui POJK No.12 tahun 2021 mendefinisikan ;

  • Bank digital sebagai Bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha yang utamanya melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat (KP), atau dapat menggunakan kantor fisik yang terbatas.

BANK NEO Commerce Bank Digital News

Saat ini bank digital mulai mendominasi kegiatan perbank pengguna walau pada dasarnya berbeda dengan;

  • layanan mobile banking, atau aplikasi layanan suatu bank yang terpasang di telepon pintar.

Untuk itu BANK NEO menjembatkan para pengguna bank digital dengan bank konvensional.

Dalam hal ini supaya setiap transaksi berjalan dengan Aman .

Review Android;

Jenis Bank Digital di Indonesia

Adapun daftar bank digital yang beroperasi di Indonesia sampai dengan akhir tahun 2021 adalah sebagai berikut:

  • Bank Neo Commerce digibank
  • Jenius
  • Bank UOB SeaBank
  • BTPN Jago
  • Bank Jago TMRW
  • BCA Digital neobank
  • Bank SeaBank Indonesia blu
  • MNC Bank Bank Aladin Bank Raya
  • Bank KEB Hana Indonesia MotionBanking
  • Juga Bank DBS Indonesia Wokee+
  • Bank Bukopin Line Bank

Hal ini terlihat dari lonjakan harga sejumlah bank digital sejak awal tahun 2021.

Meskipun sejumlah bank digital masih mencatatkan kerugian dalam laporan keuangannya.

Namun pada harga emiten-emiten bank digital telah jauh melampaui nilai bukunya atau price to book value ratio (PBVR).

  • Jika bank-bank besar konvensional memiliki PBVR di kisaran 1,5 hingga 4,5, bank digital memiliki rata-rata PBVR dua digit, bahkan ada yang mendekati 30 kali PBV.
  • Menelusuri emiten bank digital tercatat sejak awal tahun 2021, hingga sesi perdagangan 27 Desember 2021.

Sedangkan harganya melesat double digit

  • Pada Bank Aladin (BANK) menguat 1.626,62 persen
  • Diikuti oleh Bank Neo Commerce (BBYB) menguat 942,15 persen
  • Bank Jago (ARTO) menguat 371,82 persen
  • Juga Bank Raya Indonesia (AGRO) menguat 94,47 persen

Amankah Bertransaksi dengan Bak Digital

Pasalnya, berbeda dengan bank konvensional yang menggunakan serangakain proses fisik dengan manusia,

Seperti registrasi, tanda tangan, sampai dengan cap basah,

Juga bank digital justru menghapuskan proses-proses itu, dan menggantikannya dengan teknologi.

OJK dalam kesempat ini menyatakan Untuk WASPAI ;

  • Dari berbagai lini potensi kejahatan siber yang terjadi di sektor perbankan mengalami peningkatan, seiring dengan percepatan adopsi teknologi informasi.

Ditelisik bersama bahkan;

Selama pandemi Covid-19, satu dari empat serangan siber atau 25,3 persen disebut terjadi di sektor jasa keuangan.

Baca juga ; Cara mendaftar Bank Digital Bank Neo

  • Untuk mengatasi hal tersebut, bank pun berinisiatif menggelontorkan biaya investasi atau capital expenditure (capex) yang lebih besar untuk pengembangan teknologi informasi.

Selain itu, melalui serangkaian trial and error bank secara aktif ;

  • Melakukan penyesuaian terhadap fitur-fitur aplikasi atau platform perbankannya.
  • Penerapan sistem keamanan berlapis hingga meminimalkan akses aplikasi diterapkan oleh bank dalam layanan digitalnya.

Bank juga rajin bekerjasama dengan perusahaan atau

penyelenggara teknologi informasi terkemuka, untuk memperkuat layanan teknologinya.

Pada saat bersamaan, bank dan para pihak terkait secara berkelanjutan

melakukan edukasi kepada masyarakat, terkait kejahatan siber.

Hal ini harus terus dilakukan, sebab kesalahan nasabah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kejahatan siber.

Pada sebuah hasil studi yang dilakukan oleh bank swasta dalam negeri menunjukan :

  • Sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui modus kejahatan siber rekayasa sosial.

Hal ini menjadi bukti nyata pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait keamanan data pribadi.

Nah sekaran noker sudah mengetahui BANK NEO Commerce Bank Digital News itu aman , Namun tetap waspada saat berrtransaksi .

Biasakan mengunduh dari aplikasi resmi seperti Neo App google play atau Neo App store dan pastikan memahami penggunannya .

Semoga bermamfaat , newsletter