Situsnoka | Review Android

Daftar Aplikasi berbahaya di Google Play

30 Aplikasi berbahaya di Google Play Segera hapus terdiri dari ;

  1. Rhytm Camera
  2. First Camera HD
  3. Reflex Camera HD
  4. Qing Camera
  5. Photo Blue
  6. Multiple Accounts Simultaneously
  7. Glitch Lens-Vaporwave & Ghost Photo Editor
  8. Pretty Makerup Photo
  9. QR Code Scanner
  10. New Hair Fashion
  11. Age Face
  12. Feel Camera HD
  13. Magic Effect
  14. Smart Magnifier Pro
  15. Magnifying Glass Pro
  16. Magnifier Pro – Magnifying Glass
  17. Age Face
  18. Super Mark
  19. Filter Photo Frame
  20. Galaxy Overlay
  21. Super Mark
  22. Blur Image
  23. Lens Flares
  24. Cut Cut Mix Pro
  25. Lie Detector Prank
  26. Cut Cut Mix
  27. Color Splash Photo Effect
  28. QR Code Scanner
  29. Photo Blur
  30. Yasua wallpaper

Aplikasi-aplikasi yang disusupi adware ini menyamar dengan menawarkan fungsionalitas untuk memperbesar tampilan.

Namun, pada kenyataannya menunjukkan iklan besar di smartphone pengguna.

  • Pada gilirannya, adware bakal menghabiskan baterai smartphone dan penggunaan paket data dalam jumlah sangat besar.
  • Hal ini akan menghilangkan produktivitas pengguna dengan smartphone-nya.
  • Tepat setelah peluncuran, aplikasi ini membuka kamera dan menampilkan berbagai opsi seperti lampu flash, galeri
  • Ketika pengguna memilih opsi lain, aplikasi ini memulai iklan layar penuh tanpa opsi untuk menutupnya,kata Quick Heal Security Labs.

Lakukan aplikasi protect pada aplikasi berbahaya untuk anak

Xavier merupakan sebuah malware yang mengumpulkan berbagai informasi pengguna.

Menurut ahli keamanan di Trend Micro, malware tersebut ter-install di banyak aplikasi Android termasuk aplikasi photo editor dan wallpaper.

Sebenarnya, malware Xavier merupakan sebuah penambang iklan, yakni sebuah elemen terintegrasi.

Dalam aplikasi gratis yang memungkinkan iklan jadi sumber pendapatan bagi pengembang.

Namun, belakangan ini Xavier berevolusi menjadi perangkat lunak yang berbahaya dan lebih canggih.

Ahli keamanan Trend Micro mengatakan, Xavier kini bisa menghindari deteksi, mampu mengeksekusi kode dari jarak jauh.

Serta mencuri informasi pemilik perangkat.

Dengan kata lain, malware ini cukup pintar menghindari pindaian antivirus.

Beberapa jenis data yang dapat dicuri malware ini di antaranya adalah ;

  • alamat surel, jenis perangkat, model, serta versi OS yang dijalankan, lokasi, pabrik, operator SIM card,
  • serta berbagai aplikasi yang dipasang dalam perangkat tersebut.

Pengguna smartphone yang dilaporkan paling banyak terinfeksi mawalre Xavier adalah mereka yang ada di negara-negara;

Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, dan Indonesia.

Selain itu, sejumlah pengguna di Amerika Serikat dan Inggris disebut-sebut juga terjangkit malware ini.

Sebenarnya, tren malware yang ditanamkan di aplikasi gratisan memang terus meningkat sejak Google Play pertama kali dilaporkan terserang malware.

Sepanjang 2017, sudah ada dua kali laporan, yakni pada Maret saat lebih 100 aplikasi di Google Play terinfeksi malware yang ada di Windows.

Kemudian, bulan Mei, 36 juta perangkat Android terkena malware Judy.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika pengguna menerapkan langkah perlindungan smartphone mereka.

Cara menonaktifkan aplikasi berbahaya di Google Play ;

  • Mulai dengan download play protect
  • selalu mengunduh aplikasi dari pengembang terpercaya di Google Play,
  • selalu membaca review sebelum memasang aplikasi, serta
  • jangan lupa untuk memperbarui aplikasi dan perangkat Anda