SitusNoka

Dari Sang waktulah kita belajar

tentang perjalanan waktu dalam

arti sesungguhnya kehidupan dari

awal sampai akhir

sering kali terabaikan dengan

kesibukan duniawi..

Pelajaran Makna hidup

Waktu sesuatu ukuran tentang zaman.

Hari-hari yang telah kita lewati adalah umur kita.

Jika ini berlalu, maka hilanglah bagian dari hidup kita.

Waktu menjadi rahasia dari

berbagai prestasi cemerlang dari yang telah diraih

Waktu adalah karunia terbesar dan

paling berharga bagi insan kompilasi mampu menatanya

dengan cermat nan seksama.

Sebelum waktu muda, gunakanlah

yang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebelum tergerus.

Pahami Waktu Emas

Masa muda sebagai WAKTU EMAS

saat ini masih memiliki kekuatan semangat,

pikiran masih jernih,

kesibukan masih sedikit,

dari tekat yang kuat bukan Diusia tua,

badan semakin lemah, beban semakin berat,

penyakit sering mampir, dan kekuatan pun kian berkurang.

Semua bentuk tindakan,

kesungguhan, kekuatan, kemuliaan,

kesenangan, dan pencapaian tujuan adalah sesuatu yang hanya bisa

dilakukan dengan menggabungkan

badan sehat dan memiliki banyak waktu.

Kewajiban yang diperlukan kita tunaikan

teramat banyak, Sementara waktu terluang …

Waktu yang mengatur

Dengan waktu pula;

  • Berapa banyak tanah yang bisa diolah,
  • berapa banyak perusahaan yang bisa didirikan,
  • berapa ribu orang yang bisa didukung dan yayasan yang bisa dikembangkan.
  • Namun demikian, banyak yang lupa waktu? ..
  • sudahkah puas dengan sedikit kualitas?
  • sudah bangga dengan amal yang belum ada apa-apanya?

Tidaklah Allah berfirman hearts Al’Quran mempergunakan kata Waktu, wal-‘ashri, wad-dhuha, wal-Laili, bis-syafaqi, wal-fajri, ..

Semuanya mengisyaratkan TENTANG Betapa pentingnya Waktu.

Waktu yang Allah berikan kepada kita lebih berharga dari emas karena ia adalah kehidupan itu sendiri.

segeralah lakukan hal-hal yang bermanfaat. Karena kita tidak akan pernah berhasil “Waktu terus berlalu”

Siapa pun yang gagal, maka semakin besarlah kerugiannya, yang kehilangan orang sakit, dia yang akan rugi karena kesehatan dan kekuatannya.

  • #MuslimSejati pada saat terkumpul dua nikmat ini,
  • yaitu badan kesehatan dan waktu luang.
  • Dengan demikian menunaikan haknya untuk melakukan ketaatan dan memperoleh kedekatan bagi-Nya.

Kesehatan akan digantikan dengan sakit dan waktu luang akan digantikan dengan kesibukan.

Waktu bagi pebisnis

Bagi para pedagang yang memiliki modal, yaitu kesehatan dan waktu luang,

  • maka ia tidak boleh menyia-nyiakan modalnya yang ada di luar ketaatan untuk Allah azza wajjala.
  • Orang yang memiliki badan yang sehat tanpa perlu melakukan tindakan yang berguna dan tidak juga memerlukan bantuan untuk waktu akhiratnya adalah orang yang merugi.
  • Dalam kenyataannya memang manusia tidak menggunakan kesehatan dan waktu luang

Maka dari Sang waktulah kita belajar

  • Mereka malah membuang umur dan mempermainkan umur.
  • Terkadang manusia juga tidak memiliki
  • waktu luang. Waktunya habis hanya untuk mencari makan dan kebutuhan hidup
  • Lebih penting memiliki waktu luang namun badannya sakit, jiwanya juga sakit, malas, loyo,
  • tidak bergairah yang pada akhirnya berujung pada kebangkrutan.

#MuslimSejati memanfaatkannya memanfaatkan waktu sebaik-dialokasikan. Ia tidak dapat diizinkan-nunda peluang untuk melakukan amal.

Ibnu Umar

pernah berkata;

  • Kalau menunggu hari sakit, maka janganlah menunggu sampai pagi hari.
  • Dan menunggu menunggu di pagi hari maka jangan menunggu sampai sakit hari.

Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu.

Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datangnya kematianmu.

”(HR. Al-Bukhariy no.6416)

Ibnu Qoyyim

mengatakan 4 hal ini;

  • Merusak hati, yaitu berlebihan dalam berbicara,
  • makan berlebihan,
  • tidur berlebihan, dan
  • berlebihan dalam bergaul.(Al-fawaid hal 262).

Dia juga mengatakan: Pintu taufiq tertutup bagi seseorang karena melakukan 6 perkara, yaitu;

  • (1) Meninggalkan syukur kepada Allah dengan menggunakan hadiah bukan pada jalan-Nya,
  • (2) Meniru ilmu tetapi tidak mau mengamalkannya,
  • (3) Berteman dengan orang sholih tetapi tidak mau meneladani mereka,
  • (4) Menunda-nunda taubat,
  • (5) ) Mengejar-ngejar dunia padahal dunia akan kembali,
  • (6) berpaling dari akhirat padahal akhirat akan datanginya.

Imam Hasan Al-Bashri mengatakan:

Wahai anak cucu Adam, dirimu sebenarnya adalah hari-harimu yang kau alami,

  • jika harimu berlalu maka semakinlah sebagian besar dari hidupmu,
  • sungguh aku pernah bertemu dengan kaum, kita yang lebih sesuai, lebih baik dan lebih cepat daripada apa yang kau lakukan terhadap dinar dan dirham.

Ibnu Mas’ud berkata:

  • Aku tidak pernah menyesal atas hari yang berlalu,
  • kecuali saat matahari terbenam dan usiaku berkurang,
  • tetapi ilmuku tidak bertambah pada hari itu. Al-Kholil bin Ahmad (160H) mengatakan;

Waktu itu ada tiga bagian, waktu yang sudah berlalu darimu dan tak akan kembali,

waktu sekarang yang kau alami dan ia juga akan berlalu darimu,

dan waktu yang menunggu menunggu yang bisa jadi tidak diperoleh kembali.

(Thobaqotul hanaabilah hal.35 -36)

Kisah Dawud bin Abi Hindun (139 H)

ada di antara contoh yang mendukung. Dia berkata:

  • Ketika saya kecil berkeliling pasar. Saat pulang kuusahakan untuk selalu berdzikir kepada Allah ta’ala ke tempat tertentu.
  • Jika harus sampai kuusahakan lagi dariku untuk berdzikir kepada Allah hingga tempat selanjutnya… hingga di rumah.
  • Tujuannya agar kugunakan waktu dalam umurku. (Siyar A’lamin Nubala ‘VI / 378)

Ibnu Rojab Al-hambali berkata:

  • Seorang pelajar meminta dia yang cepat dalam menjalankan, menulis, membaca kompilasi makan. (Thobaqot Al-hanabilah)
  • berpesan Terbiasa cepat dalam berjalan maka akan sehat di waktu tuanya, cepat membaca maka akan menghemat waktu belajarnya, sekaligus lebih banyak mendapatkan ilmu.

Abu Bakar Al-Baqilani tidak pernah tidur sebelum menulis sebanyak 35 halaman dari hafalannya.

Kata bijak Waktu adalah pedang, jika tidak digunakan maka ia akan memotongmu.

Jika tidak menggunakan waktu yang ada, maka celaka akan layak jika ada yang meminta pedang sabetan.

Jika kamu tidak dapat membantu, maka akan dirusak di dalamnya. ”(Bahjatus-nufus, Ibnu Abi Jamroh 3/96).

  • Hilangnya waktu, juga menyebabkan penundaan yang lama. Beberapa hal di antara kesia-siaan adalah banyak dikunjungi dan disponsori namun tidak untuk menambah ilmu.

Imam Syafi’i

pernah membantah,

Bagaimana keinginanmu terhadap ilmu?

  • Dia menjawab: Ibarat seorang ibu yang kehilangan anak tunggalnya dan ia tidak memiliki anak selain anak tersebut. (Adabus-Syafi’I wanaqibuh, Ar-Rozi, dinukil dari Ma’aalim fit-thoriqi thlabil ‘ilmi hal.41).

Terutama antara adzan dan iqomah digunakan untuk berdo’a, atau berdzikir, membaca al-Qur’an, mengulang hafalan, muhasabah, muroja’ah

Akhirul kalam, biasakanlah bertanya pada diri sendiri.

Apa yang harus kita lakukan di waktu-waktu yang sehat dan luang kita?

Bacalah ;

Apakah digunakan untuk tujuan kesehatan, manfaat pemanfaatan ilmu, untuk ibadah, atau hanya terbuang secara percuma?

Jika hanya kesia-siaan belaka, sepatutnya kita memohon kepada Allah

agar kita dapat menerima dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu memenuhi syarat ini.

Oleh karena itu …

Dari sang waktulah kita belajar ….

Mana Hal akan di perjuangkan,

Mana Hal akan di pertahankan,

Mana Hal akan di ikhlaskan.

—- biarkan waktu yang menghapus

perjalanan kehidupan manusia

orang yang mulia disisi allah adalah